Rabu, 01 April 2015

Character Building 13.2A.25


Data Kelompok Character Building 13.2A.25 
Kampus Cengkareng - Tehnik Komputer


Kelompok 1:
AKSI KEKERASAN, PREMANISME, KRIMINALITAS YANG MEMBUDAYA DI INDONESIA
1. Darwin - 13140382 (Ketua)
2. Panji Darmawan - 13140443 (Wakil)
3. Habudin - 13140458 (Moderator)
4. Nur Alwi Apriyanto - 13140407
5. Muhammad Nasiruddin - 13140415
6. Alwi Rachmat Winarko - 13140448
7. Satriyo Nugroho - 13140451
8. Fachrijal Hakim - 13140474

Senin, 30 Maret 2015

Enterpreneurship 11.4B.12


Daftar Kelompok Enterpreneurship 11.4B.12 
Kampus Ciledug - Komputer Akuntansi


Kelompok 1: Bidang Usaha Minuman Kuliner, Coffee Shop, Tea Shop, Es dan Sejenisnya.
1.      Restiana Sukiyanti 11131635  (Ketua)
2.      Ilham Dano.S 11132543  (Wakil Ketua)
3.      Dina Yholanda 11130761 (Moderator)
4.      Ika Citrawati 11131741
5.      Nurlaela 11132555

Enterpreneurship 11.4A.12


Daftar Kelompok Enterpreneurship 11.4A.12 Ciledug


Kelompok 1: Bidang Usaha Seputar Jasa Komputer, Cetak Foto Digital, Gelas dan Jam Cetak.
1.      Bayu Wibisono - 11131597 (Ketua)
2.      Nuraina - 11130548 (Wakil)
3.      Yesicca Fara D - 11131890 (Moderator)
4.      Septina Arwindari - 11130777
5.      Juni Erawaty Situmeang - 11131418
6.      Nur Afida - 11130967
7.      Afria Dovi - 11130164
8.      Sunardi - 11131124

Jumat, 27 Februari 2015

Setiap Langkah Adalah Anugerah


Seorang professor di undang untuk bericara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah di lupakannya, bernama Harry.

Harry yang di kirim untuk menjemput professor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang di lakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh. Kemudian mengangkut anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

“Darimana anda belajar hal-hal seperti itu?”, tanya sang professor.
“Oh”, kata Harry. “Selama perang, saya kira”.
Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.