"Jangan pernah bosan untuk BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR. Belajar tidak hanya dari buku tapi bisa dari pengalaman. Tidak hanya dari dosen tapi bisa dari setiap orang. Untuk itu tetap semangat dan terus berusaha demi hasil yang terbaik."
Belajar yang
efektif adalah proses belajaryang
berhasil guna, dan proses pembelajaran tersebut mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu/kualitaslebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan
dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil
dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam
proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah
tips-tips belajar yang efektif:
Pancasila Sebagai Ideologi Menghadapi Tantangan Kedepan Bangsa Indonesia
Oleh: Dirgahayu Erri
Pancasila adalah ideologi yang digagas Bung Karno menjadi dasar negara terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Dalam artikel ini penulis ingin mencoba mengkaji kembali konsep pemikiran ideologi yang kemudian diarahkan kepada sumbang saran pemikiran sebagai implementasi realita nyata kehidupan berbangsa untuk mewujudkan cita-cita luhur dari pancasila dalam menghadapi tantangan kedepan bangsa Indonesia. Makna nilai-nilai dalam Pancasila yang dimaksud dijelaskan sebagai berikut:
1.Nilai Ketuhanan
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai keTuhanan juga memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antar umat beragama. Tetapi pada kenyataan saat ini sepertinya pancasila akan menangis jika mendengar bangsanya masih ada yang bertengkar soal agama, menganggap dirinya yang paling benar. Padahal jelas-jelas semua agama mengajarkan kebaikan dan kebenaran. Nilai pancasila yang pertama ini sebenarnya adalah hubungan individu dengan Tuhan dimana hendaknya manusia jangan bentindak sebagai hakim dalam urusan kepercayaan yang di yakini, tapi mewujudkan secara nyata apa yang diyakini sebagai kebenaran dan kebaikan berdasarkan ajaran agama masing-masing sehingga tidak perlu timbul konflik karena perbedaan. Dimana perbedaan pada dasarnya memang diciptakan Tuhan sebagai dinamika kehidupan.
2.Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Tetapi pada kenyataan saat ini sedikit sekali orang-orang yang masih tulus memiliki kepedulian terhadap sesamanya. Sikap individualis cenderung muncul ditengah kehidupan berbangsa ketika orang lain tidak lagi dianggap sebagai pihak yang bisa menguntungkan. Sikap mau melayani tanpa mengharapkan imbalan yang seharusnya muncul dari dalam hati sebagai wujud kemanusiaan tergilas oleh keegoismean seseorang. Kemanusiaan yang adil dan beradab harus diawali dengan menumbuhkan cinta kasih dan mau melayani sesuai dengan perannya masing-masing dimasyarakat. Namun memang harus terlebih dahulu dicontohkan oleh para pemimpin bangsa sehingga bisa dilihat dan diterapkan oleh masyarakat yang dipimpin.
3.Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. Bhineka Tunggal Ika bermakna berbeda-beda tetapi satu juga, pemimpin bangsa harus sadar bahwa keanekaragaman adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya. Masyarakat harus diajarkan nilai persatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa ini. Persatuan dalam perbedaan akan membuahkan tenaga maksimal sebagai kekuatan mencapai bangsa yang besar. Jangan lagi mengajarkan dan mendoktrin masyarakat bahwa perbedaan sebagai sebuah bencana. Bersatu kita teguh, bercerai-berai kita runtuh.
4.Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Kenyataan yang ada saat ini adalah nilai kerakyatan dari rakyat, oleh golongan dan untuk golongan tertentu. Kepentingan golongan tertentu dibungkus atas nama rakyat berbentuk partai. Berbagai tujuan luhur dalam konsep dan peraturan yang ada selalu ditunggangi kepentingan kelompok dan golongan tertentu. Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan belum sepenuhnya mewakili keinginan rakyat. Eksekutif, legislatif dan yudikatif seharusnya rela melepaskan kepentingan partai dan golongan untuk lebih mengedepankan kepentingan rakyat.
5.Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atau batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia. Kenyataannya mayoritas rakyat Indonesia masih belum merasakan keadilan sosial, sistem kapitalis lebih mengarah kepada kepentingan pemilik modal. Kaum lemah sebagai mayoritas makin termaginalkan. Nilai keadilan sosial adalah hal yang paling sulit diterapkan di Indonesia selama para pemimpin masih melakukan cara-cara kotor. Padahal kita tau bangsa ini kaya akan sumber daya alam.
Menghadapi era globalisasi, permasalahan ekonomi, ancaman bahaya laten terorisme, komunisme dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak-kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa. Saat ini masyarakat dari berbagai kalangan harus kembali disadarkan akan pentingnya penanaman kembali nilai-nilai yang saat ini tinggal sekedar konsep. Bangsa ini membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong untuk menata kembali negeri kita tercinta. Parahnya sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi. -DGE-
Kita sebagai manusia tidak terlepas dari kemarahan. Sering kali kita dihadapkan persoalan baik masalah kerja, masalah keluarga, masalah percintaan yang menyebabkan kita kerap kali dilanda kemarahan. Ketidaksesuaian yang dilakukan orang lain dengan apa yang kita inginkan menyebabkan kita kecewa dan marah. Pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa dia memperlakukan saya dengan buruk, mengapa dia menyakiti saya terus melanda kita. Dan semakin kita berusaha menjawab pertanyaan tersebut, semakin kita terlarut dalam kekecewaan tersebut. Selain itu, kita juga diliputi dengan keinginan untuk membalas dendam agar mereka dapat merasakan sakitnya seperti yang kita rasakan. Untuk ini kita perlu mengetahui dari mana semua ini berasal? Apa yang menyebabkan diri kita ini marah? Jawabannya adalah PIKIRAN.
Pikiran adalah pelopor dan pembentuk yang merupakan ujung dari suatu tindakan. Intinya yang menyebabkan kita kecewa dan marah karena pelabelan pikiran akan suatu masalah. Masalah itu sendiri sifatnya netral. Mengapa bisa terjadi pelabelan oleh pikiran yang sifatnya negatif? Hal ini tidak terlepas dari kemelekatan kita sendiri. Kemelekatan kita ini terjadi karena kebiasaan buruk yang sering kita lakukan akibat kita tidak mengendalikan pikiran. Kita selalu dilekati dengan keinginan-keinginan. Keinginan dihargai, keinginan dihormati, keinginan didengarkan. Bila keinginan tersebut tidak diwujudkan maka kita akan menderita. Padahal bila ditelusuri yang mewujudkan keinginan tersebut bukanlah kita, melainkan lawan interaksi kita. Dan masalah berikutnya kita sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan lawan interaksi kita agar berbuat sesuai dengan yang kita inginkan.
Jadi kesimpulan yang dapat diambil di atas, ada dua komponen penting yang menyebabkan kita merasa kecewa dan marah, yaitu pelabelan pikiran yang bersifat negatif dan tindakan dari lawan interaksi kita. Dan seperti yang telah diuraikan, kita tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan lawan interaksi kita. Jadi satu-satu caranya untuk menghindari terjadinya kekecewaan dan kemarahan adalah perubahan dari pelabelan pikiran kita sendiri. Pelabelan pikiran yang bagaimanakah yang dapat membantu kita menghindari kekecewaan dan kemarahan ? Jawabannya adalah pelabelan pikiran yang sifatnya positif.
Pelabelan pikiran positif dapat dilakukan dengan mengendalikan pikiran kita agar selalu berpikir positif. Berpikir positif dalam arti kita memandang segala sesuatu yang terjadi atau yang lawan interaksi lakukan sifatnya adalah membantu kita. Dengan berpikir positif dapat menciptakan suasana yang tenang dan damai dalam diri kita, dan kita pun merasa bahagia. Sebagai contoh, ketika seseorang memarahi kita, kita dapat berpikir secara positif mereka memarahi kita karena mereka peduli dengan kita, mereka mengharapkan kita agar menjadi lebih baik dengan kritik mereka. Selain itu dengan berpikir positif, kita dapat melihat seorang pemarah merupakan orang yang paling baik yang selalu memberikan kita latihan kesabaran. Bila kita renungkan, adakah uang yang bisa membeli sesuatu yang sama seperti hasil dari latihan kesabaran yang telah kita capai? Jawabannya uang tidak akan dapat membelinya. Maka dalam hidup ini kita sangat membutuhkan pemarah-pemarah yang selalu memberikan kita latihan kesabaran agar dapat selalu berpikir positif.
Pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya agar kita dapat selalu mengendalikan pikiran kita agar berpikir positif? Caranya tidak lain dengan menyadari segala sesuatu yang sedang terjadi. Jadi biasakan diri kita untuk selalu bertanya pada diri kita sendiri apa yang sedang kita lakukan. Apakah hal yang kita lakukan ini sifatnya positif atau negatif? Dengan menyadari apa yang tengah kita lakukan, maka kita dapat mengatur pelabelan pikiran kita menjadi positif. Cara ini dapat juga dilakukan dengan praktek meditasi untuk memudahkan pikiran kita untuk fokus akan suatu hal. Dengan pelabelan pikiran positif, maka kita akan terlepas dari pikiran dan prasangka buruk dan otomatis akan membawa kebahagiaan untuk diri kita sendiri dan diri orang lain.
Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik; kesuksesan dalam karir,rumah tangga danhubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagaikendala. Perlu diketahui bahwa kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yangsempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal:
Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan inidengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiapaspek kehidupanmu.
Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harusmelandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.Keberhasilanmu meraihtujuan sangat tergantung pada bagaimanaAnda memandangdirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu.Sebab hal itu akan menentukantingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak.Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akanpernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri.
Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.Target utamaserangan musuh adalah pikiranmu.Ia tahu sekiranya iaberhasil mengendalikan danmemanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka iaakan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. Kita harus senantiasa menjaga pikiran.
Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi. Anda mungkin saja telahkehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminyadalam hidup ini. Jika Anda inginhidup berkemenangan, Anda tidak boleh memakaitrauma masa lalu sebagai dalih untukmembuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmuselama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidakmengampuni seseorang.
Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipunKitaharus bersikap: "Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapitetapi saya tidakakan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapitantangan dalam hidup ini. Kitasemua pasti mengalami hal-hal yang datangmenyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidupberkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.
Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesaryang kitahadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNyadan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkanapabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggusampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaansampai Andamencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,sekarang juga!
(Dikutip dari: Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan. Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan. Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.