Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2015

Kepemimpinan Efektif; Mampu Mengambil Keputusan Yang Tepat


Iklan Sponsor
PENDAHULUAN 
Banyak orang membicarakan masalah krisis kepemimpinan. Konon memang sangat sulit mencari kader-kader pemimpin pada berbagai tingkatan. Orang-orang di zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak atau kurang perduli pada kepentingan orang lain serta kepentingan lingkungannya.
Krisis kepemimpinan ini disebabkan karena makin langkanya kepedulian pada kepentingan orang banyak atau kepentingan lingkungannya. Sekurang-kurangnya terlihat ada tiga masalah mendasar yang menandai kekurangan ini. Pertama adanya krisis komitmen. Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan masalah kemaslahatan bersama, masalah harmoni dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan. Kedua, adanya krisis kredibilitas. Sangat sulit mencari pemimpin atau kader pemimpin yang mampu menegakkan kredibilitas tanggung jawab.

Senin, 18 April 2011

Catatan Kuliah

Istilah Tambahan Materi Kepemimpinan
(Kelas 22.6B.02 Kampus Fatmawati)

Directive. Hal ini menjelaskan perilaku pemimpin sebagai struktur, yang menjelaskan tujuan dan bagaimana cara untuk meraih tujuan tersebut. Juga termasuk memberikan penghargaan dan tindakan pendisiplinan. Directive perspective sama dengan task oriented leadership yang memberikan gambaran mengenai peran dari karyawan dalam perusahaan.

Supportive. Perilaku ini menggambarkan pemimpin yang friendly dan dapat meraih karyawannya, yang membuat tempat kerja menjadi nyaman. Supportive leadership sama dengan people oriented leadership.

Locus of Control. Orang dengan internal locus of control percaya bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan kerja mereka. Sehingga karyawan akan lebih memilih kepemimpinan participative dan achievement oriented, dan mungkin akan frustasi apabila pemimpin menggunakan directive style. Sebaliknya bagi karyawan dengan external locus of control yang mempercayai bahwa kinerja mereka tergantung pada nasib dan keberuntungan, maka mereka lebih nyaman dengan kepemimpinan directive dan supportive.

Achievement oriented. Perilaku ini mendorong karyawan untuk dapat mencapai tingkat kinerja utamanya. Pemimpin menentukan tujuan, mengharapkan kinerja karyawan pada level yang paling tinggi, secara berkelanjutan berusaha meningkatkan kinerja karyawan, menggambarkan tingkat kepastian pertanggungjwaban karyawan.

Minggu, 20 September 2009

ARTIKEL KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN EFEKTIF; MAMPU MENGAMBIL 

KEPUTUSAN YANG TEPAT.

Oleh: Dirgahayu Erri
(Sudah Terbit di Bulletin BSI News)

PENDAHULUAN

Banyak orang membicarakan masalah krisis kepemimpinan. Konon memang sangat sulit mencari kader-kader pemimpin pada berbagai tingkatan. Orang-orang di zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak atau kurang perduli pada kepentingan orang lain serta kepentingan lingkungannya.

Krisis kepemimpinan ini disebabkan karena makin langkanya kepedulian pada kepentingan orang banyak, kepentingan lingkungannya. Sekurang-kurangnya terlihat ada tiga masalah mendasar yang menandai kekurangan ini. Pertama adanya krisis komitmen. Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan masalah kemaslahatan bersama, masalah harmoni dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan. Kedua, adanya krisis kredibilitas. Sangat sulit mencari pemimpin atau kader pemimpin yang mampu menegakkan kredibilitas tanggung jawab.

Kredibilitas itu dapat diukur misalnya dengan kemampuan untuk menegakkan etika memikul amanah, setia pada kesepakatan dan janji, bersikap teguh dalam pendirian, jujur dalam memikul tugas dan tanggung jawab yang dibebankan padanya, kuat iman dalam menolak godaan dan peluang untuk menyimpang. Ketiga, masalah kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat. Saat ini tantangannya semakin kompleks dan rumit. Kepemimpinan sekarang tidak cukup lagi hanya mengandalkan pada bakat atau keturunan.