Thursday, 21 January 2010

MIMPI INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU

MIMPI INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU


Oleh: Dirgahayu Erri

(Sudah terbit di BSI News)


Salah satu ciri suatu negara dikatakan maju adalah dengan melihat dari keberhasilan pembangunan oleh negara yang bersangkutan. Apabila negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan maka negara tersebut belum bisa dikatakan maju. Negara yang mampu menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah ditetapkan, sehingga sebagian besar tujuan pembangunan telah dapat terwujud (baik yang bersifat fisik ataupun nonfisik) maka negara tersebut dapat dikatakan sebagai negara maju.


Indikator negara maju

Dasar yang dapat dijadikan penggolongan suatu negara dalam kategori negara maju dapat diketahui dari beberapa indikator, diantaranya indikator kuantitatif (data yang dapat dihitung) yang meliputi: jumlah dan kepadatan penduduk, tingkat pertumbuhan penduduk, angka beban tanggungan dan usia harapan hidup. Sedangkan dari indikator kualitatif (data yang hanya dapat dibandingkan) meliputi: etos kerja dan pola pikir, tingkat pendidikan, mata pencaharian, tingkat kesehatan, pendapatan dan tingkat kesadaran hukum. Semua indikator tersebut harus tercermin dalam implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ciri negara berkembang dan maju

Kemudian berdasarkan indikator negara maju diatas kita dapat membandingkan ciri negara berkembang dan negara maju. Pada negara berkembang cenderung memiliki berbagai masalah kependudukan seperti, laju pertumbuhan dan jumlah penduduk yang relatif tinggi, persebaran penduduk tidak merata, tingginya angka beban tanggungan, kualitas penduduk relatif rendah sehingga mengakibatkan tingkat produktivitas penduduk juga rendah, angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi, rendahnya pendapatan perkapita. Ciri berikutnya adalah tingkat pendidikan mayoritas masyarakat masih rendah, begitu juga dengan tingkat pendapatan dan kesehatan masyarakat. Produktivitas masyarakat masih didominasi kebutuhan barang-barang primer. Dari sisi pemanfaatan sumber daya alam belum dilakukan secara optimal karena negara berkembang masih memiliki ketergantungan terhadap negara maju. Dibidang hukum biasanya tingkat kesadaran hukum, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap HAM juga masih relatif rendah.

Coba kita bandingkan dengan ciri negara maju yang diantaranya mampu memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, dapat mengatasi masalah kependudukan, tingkat kualitas hidup masyarakat tinggi, ekspor yang dilakukan adalah ekspor hasil industri dan jasa, tercukupinya penyediaan fasilitas umum, kesadaran hukum, kesetaraan gender, penghormatan terhadap HAM dijunjung tinggi, tingkat pendidikan relatif tinggi, tingkat pendapatan penduduk relatif tinggi dan tingkat kesehatan sudah baik.


Mampukah Indonesia?

“Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai. (Mario Teguh), dari kutipan motivasi diatas kita sebagai komponen bangsa seharusnya dapat mengarahkan pola pikir pesimis menjadi optimis diseluruh lapisan masyarakat. Bahwa sebuah mimpi yang tidak mungkin dapat terwujud akan terlaksana jika seluruh komponen bangsa mengkehendaki harapan tersebut. Jangan lagi ada pemikiran-pemikiran picik dan licik, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa solusi yang terbaik untuk menuju Indonesia menjadi negara maju?

Dalam hal ini pemerintah harus menjadi ujung tombak pencapaian tujuan Indonesia menjadi negara maju. Sebagai pemimpin dan pengelola negara, pemerintah harus mengedepankan program kerja yang mengarah kepada pencapaian ciri-ciri negara maju. Seluruh departemen terkait harus dipimpin oleh orang-orang yang mempunyai kompetensi dibidangnya masing-masing dan memahami permasalahan yang ada.

Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai sumber daya alam diseluruh pelosok nusantara, oleh karena itu pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara optimal untuk kesejahteraan seluruh rakyat. Pemerintah juga harus dapat mengatasi masalah kependudukan yang semakin tak terkendali, program Keluarga Berencana dan transmigrasi adalah cara efektif yang harus digalakkan kembali. Peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tinggi dapat dilihat dari daya beli masyarakat untuk itu pemerintah harus membuka banyak lapangan pekerjaan dengan program padat karya, disisi lain pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekspor yang diarahkan kepada ekspor hasil industri dan jasa. Oleh karena itu pemerintah harus memperhatikan sektor industri dan jasa dari yang kecil sampai yang besar dengan membuat regulasi seimbang.

Tercukupinya penyediaan fasilitas umum yang merata merupakan pendukung berkembangnya perekonomian di Indonesia, infrastruktur harus dibangun secara merata dari sabang sampai merauke guna menarik investor, ataupun menggerakkan sektor riil. Kesadaran hukum, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap HAM yang dijunjung tinggi dapat diatasi dengan pemberian pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat melalui sosialisasi mendalam kepada komponen bangsa. Pemerintah juga harus terus meningkatkan anggaran pendidikan dengan minimal 20 % dari APBN agar pendidikan murah dan merata dapat tersedia, lalu berikutnya memperbaiki kurikulum yang ada untuk mencapai tingkat pendidikan relatif tinggi dan berkualitas sebagai ciri negara maju. Tahun 2010 mendatang, diharapkan melalui otonomi pemerintah daerah bangsa ini bisa memfokuskan diri pada pembangunan perekonomian daerah guna mencapai tingkat pendapatan penduduk yang relatif tinggi. Di bidang kesehatan, pemerintah juga harus mengedepankan pemberantasan berbagai penyakit dan mengupayakan turunnya angka kematian melalui jaminan kesehatan masyarakat.

Segala upaya yang dipaparkan diatas memang membutuhkan biaya dan komitmen besar dari seluruh komponen bangsa, tapi bukankah segala sesuatu memang perlu proses, jadi mari kita mulai proses tersebut sehingga bangsa ini minimal 10 tahun kedepan bisa menjadi negara maju.

No comments:

Post a Comment